[Riset Dapur]
14 Juni 2016
Tips Menyimpan Daging di Freezer ala Riset Dapur
Manajemen menu merupakan salah satu tantangan besar dalam
menapaki tangga kurikulum Bunda Cekatan di Institut Ibu Profesional. Namanya
tantangan ya, insyaAllah bisa dilakukan kalau kita mau. Bisa karena biasa. Kami
berlatih menyusun menu 7 hari dan belanja bahan masakan seminggu sekali,
termasuk daging-dagingan. Dari praktik manajemen penyimpanan daging ini, ada
beberapa langkah yang menjadi catatan kami. Kami bagi dalam poin-poin di bawah
ini :
- Setelah belanja daging-daging, cuci bersih dari kotoran dan jeroan-jeroannya. Kalau ikan-ikanan, buang insang, isi perut dan sisiknya. Kalau daging ayam, buang kulit dan lapisan lemaknya. Pencucian dilakukan bertahap per jenis. Semisal ada daging ayam dan ikan, maka daging dibersihkan dan disimpan dulu, baru lanjut ke pembersihan ikan.
- Setelah dicuci bersih, ditiriskan dan dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan disimpan per porsi masakan. Semisal beli ayam 1 kg, rencana menu dalam seminggu adalah ayam ungkep dan soto ayam. Ayam 1 kg itu dibagi ke dua tempat. Jadi tidak perlu mengeluarkan daging ayam dari freezer, dicairkan (thawing), diambil sebagian, lalu sisanya dimasukkan kembali ke freezer. Proses thawing yang berulang ini memunculkan risiko pertumbuhan mikroba pada daging ayam
- Karena rak freezer terbagi menjadi dua bagian utama, maka dibedakan antara bagian daging-dagingan dengan makanan non daging, seperti misal es batu, eskrim, minuman segar. Hal ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi. Biasanya, daging-dagingnya kami letakkan di bagian bawah, sedangkan non daging di bagian atas. Untuk bahan-bahan kecil seperti rempah-rempah, atau coklat, kami letakkan di rak pintu freezer
- Memberi tanggal untuk setiap wadah, untuk menjamin terjadinya FIFO (First In First Out) pada siklus penyimpanan daging.
Selamat menjadi manajer gizi keluarga J
#griyariset
#risetdapur
#ODOPfor99days
#day78
0 comments:
Post a Comment